flora

 
(sekadar hiasan buat diri...)
Setiap orang akan diuji... Benar..tiada orang yang akan dibiarkan tanpa ujian dari Allah. Kalaupun anda melihat orang itu ketawa, apakah benar dia tiada masalah? Mungkin hatinya sahaja yang tak terluahkan apa yang sebenarnya dia rasa. Ataupun bila seseorang itu sedang termenung sedih..apakah kesedihannya dapat kita baca? Tidak sekali-kali. Allah SWT akan menguji setiap hamba Nya menurut tahap keimanan seseorang. Ahh..sudah biasa aku dengar!   Sabar…bersabarlah Sesungguhnya sabar itu lebih mudah daripada bersyukur... Sabar-sabar! Sampai bila? Apakah kita ini ingin menjadi hamba Nya yang ingkar, yang di setiap apapun yang dialami, tidak pernah bersangka baik terhadapnya? Mungkin ada antara usaha kita tidak mendapat redha dari-Nya lantaran perbuatan hamba itu sendiri. Cuba kita hisab diri kita; dalam satu hari yang telah kita lalui, berapa banyak dosa yang telah kita lakukan? Rasanya tak sanggup kita hitung. Terlalu banyak. Solat yang tak terjaga, hati yang lalai, perasaan yang selalu menurut hawa nafsu..Astaghfirullah..Dan berapa banyak pula masa kita betul-betul mengingati Allah sebagai Tuhan Rabbul Izzati, sumber segala yang kita miliki? Rasanya pejam mata belum tentu akan menemukan kita dengan jawapan yang pasti. Di depan mata tersedia segala benda yang melekakan, menghampirkan kita pada kelalaian daripada mengingati Allah. Dan mengingati mati. Sedangkan orang yang paling bijak adalah yang paling banyak mengingati mati dan mempersiapkan dirinya untuk menghadapi sakaratul-maut. Betapa peritnya tubuh seandainya mati untuk menghadapi kematian. Masih banyak perkara yang belum aku langsaikan; hutang piutangku, permohonan maafku terhadap ibubapa,kawan taulan..ah, paling penting! untuk aku bertaubat pada Allah!  

coretan muhasabah diri dari si gadis sewaktu bersendirian dibaris airmata. Sama-sama muhasabah, moga hari ini lebih baik dari semalam…sucikan fikiranku,tenangkan jiwaku,putihkan perasaanku,ikhlaskan pemergianku…yaTuhanku..aku rindu padamu..yaAllah….  

dalam keadaan suul khatimah. Lalu dilihat pada diri, aduh..rasanya amalanku terlalu sedikit... 










 
(hujan membasahi mawar) 

titis hujan yang membasahi mawar ,
terdampar sendiri dalam sepi,
berusaha untuk dapat menyendiri ,
namun sendiri dalam sakit hati ,
ingin aku beranjak pergi ,
menembus hujan dan melindungi , 
sang mawar walau berduri ,
kerana sang mawar adalah diriku sendiri.. 
sendiri di bawah hujan yang deras menyakiti 
tak satupun datang dan peduli, 
hanya diam dan memandangi, 
sang mawar menangis...  
langkahku kian mati disitu
kuntum-kuntum mawar menjerit ragu,
kini sang mawar terus layu tanpa lagu ,
karna airmata bebas pergi bersama hujan di hatiku,
sang mawa menangis berlagu sayu….. 
berusaha mengucapkan sedih yang tak tersampaikan,
berusaha mengungkapkan cinta yang tak di pedulikan,
harusnya ada peneduhan 
untuk setangkai mawar yang terbaring di pinggir jalan ...


                   

                                                                                 (mawar yang layu) 
satu ketika dulu
mawar itu segar di taman
dibajai...dibelai penuh kasih sayang
menarik perhatian si pecinta

lalu di petik mawar itu
untuk menghiasi kamarnya

hari demi hari
mawar sudah hilang baunya
mawar sudah hilang serinya

satu demi satu
kelopak mawar berguguran
mawar semakin tunduk ke bumi
dan kini ia hanya sekuntum mawar layu

bisik hati si pecinta

biarkan saja ia layu
ia sudah tidak memberi erti padaku
aku teramat jemu memandang mawar layu
intonasi protes dalam suaraku

mawar layu
akhirnya dipandang sepi
berakhirnya ceritera sekuntum mawar
yang pernah menghiasi kamarnya
yang pernah memikat hati si pecinta
adakah aku mawar itu.......??? 

No comments:

Post a Comment